Home
Search results “Dalil persaudaraan sesama muslim women”
Hak dan Kewajiban atas Sesama Muslim
 
11:37
www.minbarindo.com Ukhuwah ( persaudaraan ) karena Allah Swt merupakan nikmat yang sangat agung. Ia ibarat minuman segar yang disuguhkan khusus bagi orang-orang mukmin. Islam membuka jalan-jalan terwujudnya ukhuwah sesama muslim, seperti perintah menyebarkan salam, perintah menjenguk orang sakit dan perintah-perintah lainnya. www.minbarindo.com visit face book page :http://www.facebook.com/mimbardunia
Views: 525 minbarindo
Dalam Proses Ta'aruh, Apa Sajakah yang Harus Diperhatikan? - Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA
 
01:20
Secara bahasa ta'aruf bisa bermakna 'berkenalan' atau 'saling mengenal'. Asalnya berasal dari akar kata ta'aarafa. Seperti ini sudah ada dalam Al-Qur'an. Simak saja firman Allah (yang artinya), 'Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta'arofu) …' (QS. Al Hujurat: 13). Kata li ta'aarafuu dalam ayat ini mengandug makna bahwa, aslinya tujuan dari semua ciptaan Allah itu adalah agar kita semua saling mengenalyang satu terhadap yang lain. Sehingga secara umum, ta'aruf bisa berarti saling mengenal. Dengan bahasa yang jelas ta'aruf adalah upaya sebagian orang untuk mengenal sebagian yang lain. Jadi, kata ta'aruf itu mirip dengan makna 'berkenalan' dalam bahasa kita. Setiap kali kita berkenalan dengan seseorang, entah itu tetangga kita, orang baru atau sesama penumpang dalam sebuah kendaraan umum misalnya, dapat disebut sebagai ta'aruf. Ta'aruf jenis ini dianjurkan dengan siapa saja, terutama sekali dengan sesama muslimuntuk mengikat hubungan persaudaraan. Tentu saja ada batasan yang harus diperhatikan kalau perkenalan itu terjadi antara dua orang berlawanan jenis, yaitu pria dengan wanita. Untuk itu umat islam sudah menganjurkan memberlakukan hijab bagi wanita muslimah, yang bukan hanya berarti selembar jilbab dan baju kurung yang menutupi tubuhnya dari pandangan pria yang bukan mahram, tapi juga melindungi pergaulannya dengan lawan jenis yang tidak diizinkan syari'at. Contoh dari pergaulan yang tidak diizinkan syari'at ini ialah berduaan atau bercampur-baur antara beberapa orang yang berlainan jenis dalam satu tempat secara berbauran, pergi bersama pria yang bukan mahram, dan berbagai hal lain yang dilarang syari'at. Semua itu tidak otomatis menjadi halal bila diatasnamakan ta'aruf. Ta'aruf atau perkenalan yang dianjurkan dalam islam adalah dalam batas-batas yang tidak melanggar aturan islam itu sendiri. Kalau dalam soalan makan, minum dan berpakaian saja islam memiliki aturan yang harus dijaga, misalnya tidak sembarang makan dan minum itu halal, dan tidak sembarang pakaian boleh dipakai, maka untuk hal-hal lain yang lebih kompleks islam tentu juga memiliki aturannya. Adab pergaulan, adab berkenelan, adab mengenal sesama muslim, juga memiliki aturan yang harus diperhatikan. Jadi jangan sekali-kali mencampuradukkan antara anjuran berkenalan atau mengenal sesama muslim dengan larangan-larangan agama seputar proses berkenalan tersebut. Bila dilakukan, maka hal itu sama saja dengan mencampuradukkan antara makanan halal dengan haram, dengan dalil karena manusiahidup harus makan, dan bahwa makan minum itu boleh dilakukan diluar puasa. Kemudian dalam makna khusus proses pengenalan sesorang terhadap pria atau wanita yang akan dipilih sebagai pasangan hidup sering juga disebut sebagai ta'aruf. Sebagai istilah ta'aruf tentu saja bebas nilai, sampai ada hal-hal yang memuat aplikasi dari hal-hal yang dianjurkan atau diwajibkan, atau sebaliknya, justru hal-hal yang tidak baik atau dilarang. Sejauh yang kami tahu, ungkapan ta'aruf ini tidak pernah disebutkan sebagai istilah khusus sengan arti perkenalan antar dua orang berlainan jenis yang ingin menjajaki kecocokan sebelum menikah. Karena tak ada penggunaan istilah yang sama untuk makna tersebut, maka sekali lagi kata ta'aruf ini masih bebas dinilai. Dan karna bebas nilai inilah, maka aplikasi ta'aruf ini pun bisa ditarik ulur menjadi nilai-nilai yang dianjurkan atau bahkan diwajibkan, atau sebaliknya, justru menjadi nilai-nilai yang dilarang dan diharamkan.
NYSTV Christmas Special - Multi Language
 
02:52:51
The Now You See TV Christmas Special with subtitles in multi languages. Is Christmas a Christian Holiday or are we unwittingly being duped into participating in a pagan feast ritual for the dying god? (The answer is B, for those of you who don't have time to watch...) For everyone else, enjoy this discussion on the most popular fake holiday ever... Please fix any mistakes you see and tell your friends and family! -Free Truth Productions... Truth for all!!! Languages: Afrikaans አማርኛ العربية Azərbaycanca / آذربايجان Boarisch Беларуская Български বাংলা བོད་ཡིག / Bod skad Bosanski Català Нохчийн Sinugboanong Binisaya ᏣᎳᎩ Corsu Nehiyaw Česky словѣньскъ / slověnĭskŭ Cymraeg Dansk Deutsch Ελληνικά Esperanto Español Eesti Euskara فارسی Suomi Võro Français Frysk Gàidhlig Galego Avañe'ẽ ગુજરાતી هَوُسَ Hawai`i עברית हिन्दी Hrvatski Krèyol ayisyen Magyar Հայերեն Bahasa Indonesia Igbo Ido Íslenska Italiano 日本語 Basa Jawa ქართული Қазақша ភាសាខ្មែរ ಕನ್ನಡ 한국어 Kurdî / كوردی Коми Kırgızca / Кыргызча Latina Lëtzebuergesch ລາວ / Pha xa lao Lazuri / ლაზური Lietuvių Latviešu Malagasy 官話/官话 Māori Македонски മലയാളം Монгол Moldovenească मराठी Bahasa Melayu bil-Malti Myanmasa नेपाली Nederlands Norsk (bokmål / riksmål) Diné bizaad Chi-Chewa ਪੰਜਾਬੀ / पंजाबी / پنجابي Norfuk Polski پښتو Português Romani / रोमानी Kirundi Română Русский संस्कृतम् Sicilianu सिनधि Srpskohrvatski / Српскохрватски සිංහල Slovenčina Slovenščina Gagana Samoa chiShona Soomaaliga Shqip Српски Sesotho Basa Sunda Svenska Kiswahili தமிழ் తెలుగు Тоҷикӣ ไทย / Phasa Thai Tagalog Lea Faka-Tonga Türkçe Reo Mā`ohi Українська اردو Ўзбек Việtnam Хальмг isiXhosa ייִדיש Yorùbá 中文 isiZulu ‪中文(台灣)‬ tokipona
Views: 11184 Free Truth Productions
Leaving the Big Show
 
01:25:49
This has been the choice ever since the days of Justin Martyr in the mid second century A. D., when "The Church" broke off as a schism away from the Assembly of the early believers: Will you choose the Big Show or the Real Deal? Justin learned about Messiah and his teachings from the Nazareans, but he didn't want to take up the life of a Nazarean. It was too simple, too humble, for him. After all, he was a Roman who had been educated in all of the Greek philosophical schools of his day. To live as a Nazarean was beneath him, or so he thought. At the same time, he saw the power that was latent in the Messianic gospel. He realized that if he adopted the Nazarean message, got rid of the Jews it came from, and added some bells and whistles from Greek philosophy - THEN he would have something! THEN he would have his ticket to fame and fortune! That's exactly how it turned out. Justin took his newly re-worked Christian philosophy to the Romans, set up his own school, and gained money and fame on the back of his gospel - a newly amalgamated gospel that made the Gentiles feel like they were saved from their abundant sins, without needing to keep the commandments or any of that other distasteful Nazarean stuff. The Gentiles loved it and came flooding in. Other Greek and Roman sophisticates realized that this new teaching could be harnessed to promote themselves as it had Justin, so they got on the bandwagon too. Soon, with a small army of Gentile promoters behind it, Gentile "Christianity" swept the Empire from one end to the other. The Christian Church had become The Big Show! The Big Show has never stopped. It just kept getting bigger and more phony. Today we see it in America, in America's Mega Churches. As Christianity declines Mega Churches are taking over. People prefer the glitz and glamour of The Big Show! This is all "optics" and no reality. The Church building is amazing to look at. The show of wealth is staggering. The salaries of the preachers are staggering as well. Many people say attending a mega church makes them feel like they are part of something special. It is impressive to see the massive crowds of thousands, all singing "feel good" Christian songs, often along with famous Christian Music Stars - performing right on the Church stage! The Mega Church offers all manner of entertainments for the entire family - even a real Starbucks right in the Church! What the Mega Church can never deliver, though, is the Gate to the Narrow Way. They don't want the Narrow Way. The day they actually start living and preaching the Narrow Way is the day the Big Show is over. Those people who are drawn to the Mega Church don't want the Narrow Way. Like Justin of old, the Way of the Nazareans is too plain, too demanding, requiring way too much self-sacrifice. And besides, didn't "Jesus suffer for me so I don't have to"? In the Mega Church you are saved, which means that you can be exactly like the world in every way, and Jesus is going to love you! Isn't that appealing - or nauseating - depending on who you are? Today, even while the Mega Church is growing, Christianity is declining, even dying. The young people are seeing through all of this and they are leaving the Church in droves. What does all this mean for the Church? What does it mean for you and I?
Views: 21186 Tsiyon Tabernacle